Rumput Odot Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak

Rumput odot adalah rumput pendek yang memiliki karakteristik seperti rumput gajah dan saat ini sering digunakan sebagai pakan ternak, khususnya ruminansia, namun sekarang masih jarang orang-orang yang membudidayakannya, rumput odot merupakan sumber pakan hijau-hijauan yang baik bagi ternak hewan ruminansia. Biasanya rumput nanti akan dicacah menggunakan mesin pencacah rumput terlebih dahulu baru diberikan kepada ternak.

Rumput Odot Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak

Karakteristik Rumput Odot

  1. Rumput Odot memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis Rumput Gajah yang lainya. Tinggi maksimal rumput ini hanya 1 m saja dan batangnya tetap pendek meskipun sudah sampai waktunya berbunga.
  2. Jarak antar ruas rumput odot hanya 2-4 cm. Hal ini dikarenakan ruas batangnya yang sangat pendek, dan daunnya lebih banyak dibanding Rumput Gajah biasanya.
  3. Daun berbulu halus, dan memiliki batang yang gemuk.

Keunggulan Rumput Odot

  • Rumput Odot mempunyai produksi yang tinggi dan sangat cepat berkembang. Di musim hujan biasanya batang rumput odot jauh lebih lunak sehingga sangat disukai oleh ternak seperti kambing dan domba.
  • Kualitas nutrisinya juga lebih unggul dibanding Rumput Gajah biasa. Protein kasar (terutama pada daunnya) mencapai 12-14% bahkan ada yang sampai 17%. Kecernaannya juga tinggi yaitu 65-70%. Jika dirawat dan dipupuk secara rutin, pertumbuhan rumput ini sangat cepat dengan interval pemotongannya antara 30-40 hari (di musim penghujan).
  • Rumput ini dapat dibuat sebagai bahan silage
  • Jumlah anakannya sangat banyak; dalam 2 kali masa panen dapat mencapai 20 an anakan setiap rumputnya, ini hanya berawal dari 1 buah batang rumput odot saja yang ditanam
  • Cukup menanam 1x di awal untuk dapat memanen rumput odot secara terus-terusan
Baca juga:  Ternak Kambing Etawa yang Berhasil dan Bisa Jadi Bisnis

 

Cara Menanam dan Merawat Lahan Rumput Odot

  1. Siapkan lahannya terlebih dahulu, untuk lahan yang bertanah kering silahkan kalian siram air dulu sehingga tanah bisa basah selama kurang lebih 1 minggu sesudah penyiraman
  2. Untuk lahan yang sebelumnya penuh dengan rumput liar atau ilalang, silahkan kalian bersikan dahulu dengan memakai mesin pemotong rumput. Potong batang odot yang sudah disiapkan untuk bibit sekitar 4 sampai 5 ruas, panjang sekitar 15cm
  3. Tanam dengan posisi miring, setengah batang lalu dibenamkan dalam tanah 1 minggu setelah ditanam akan tumbuh tunas, tunggu 4 hari lalu baru dipupuk dengan pupuk urea untuk memacu pertumbuhan daun awal dan memacu akar supaya cepat banyak
  4. Setelah berumur 21 hari silahkan melakukan pemupukan ulang lagi dengan menggunakan pupuk natural yaitu pupuk dari kotoran kambing dengan metode disebar di sekitar batang yang ditanam.
  5. Pemupukan memakai kotoran kambing domba, harus dilakukan selama kurang lebih 3 bulan sekali supaya kebutuhan pakan si rumput odot akan selalu terpenuhi
  6. Jarak tanam awal adalah 40 cm sampai 50 cm, 1 lubang cukup diisi dengan 1-2 batang bibit saja
  7. Panen perdana dilakukan di umur 40 hari, panen berikutnya umur 25 sampai 30 hari
  8. Ketika panen, potong batang rumput odot mepet dengan tanah, agar tunas baru muncul lebih banyak
  9. Bila ingin menjadikan bibit baru, silahkan undurlah masa panen menjadi 40 sampai 50 hari sehingga ruas batang rumput odot bagian bawah sudah benar-benar tua dan memiliki akar yang banyak.
  10. Dalam lahan odot sebaiknya ditanami jenis pakan hijau-hijauan lainnya seperti nangka, singkong, kleresede, kaliandra, dll, sehingga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi para ternak.

Itulah penjelasan artikel kali ini mengenai definisi dari rumput odot sebagai pakan alternatif bagi ternak.

Baca juga:  5 Teknik Budidaya Kepiting Tapal Kuda untuk Ekspor