Ternak Kambing Etawa yang Berhasil dan Bisa Jadi Bisnis

Bagi para petani yang ingin membuka peternakan, bisa melakukan ternak kambing etawa. Namun sebelum melakukan ternak, kalian harus memperhatikan beberapa hal.

Ternak Kambing Etawa

Ternak kambing etawa adalah kambing hasil perkawinan silang antara jenis kambing asli Indonesia dengan kambing Jamnapari India. Beternak kambing etawa banyak dijalankan lantaran tingginya permintaan daging kambing etawa untuk dikonsumsi.

Bahkan banyak peternak kambing etawa yang mendaftarkan kambing tersebut untuk mengikuti kontes, karena postur tubuhnya yang besar dan berbulu lebat.

Ternak Kambing Etawa yang Berhasil dan Bisa Jadi Bisnis

Ciri Ciri Kambing Etawa

A. Kambing Etawa Betina

  1. Memiliki badan yang besar.
  2. Tinggi gumba kurang lebih 70-90 cm.
  3. Berat saat hidup 45-80 kg.
  4. Panjang badan pada kambing jantan 65-85 cm.
  5. Kepala lebih tegak dan Jenong bahkan sering disebut menyerupai ikan Lohan, garis profil melengkung.
  6. Memiliki tanduk yang mengarah ke belakang.
  7. Mempunyai telinga dengan panjang 10 cm sampai 28 cm, serta bentuknya melipat bagian ujungnya lebar menggantung.
  8. Ambing berkembang baik, nantinya puting susu besar dan lebih panjang.
  9. Pola warna bulu bervariasi, diantaranya hitam, putih, dan coklat kekuningan bahkan kombinasi kedua warna.
  10. Paha kaki belakangnya memiliki bulu lebat dan lebih panjang ( Rewos ).

B. Kambing Etawa Jantan

  1. Kambing Etawa Jantan
  2. Badannya besar juga.
  3. Tinggi gumba kurang lebih 90-110 cm.
  4. Berat hidup kurang lebih 65-120 kg.
  5. Panjang badannya bisa mencapai 85-115 cm
  6. Kepalanya tegak, garis profil berbentuk melengkung
  7. Memiliki tanduk dan arahnya ke belakang
  8. Telinga lebar menggantung panjang dan dapat melipat pada ujungnya. Panjang jantan kurang lebih 25-41 cm
  9. Lingkar testis dapat mencapai 23 cm
  10. Warna bulu bervariasi antara hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi dua warna itu.
  11. Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang
Baca juga:  Rumput Odot Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak

Hal yang Dipersiapkan Saat Ternak Kambing Etawa

Ternak Kambing Etawa yang Berhasil dan Bisa Jadi Bisnis

1. Mempersiapkan Kandang

Selayaknya ternak lainnya, kambing juga membutuhkan tempat untuk beristirahat. Dalam beternak kambing etawa, kamu bisa membuat kandang kambing yang jauh dari kebisingan.

Tujuannya adalah supaya masyarakat sekitar tidak terganggu dengan aktvitas ternak yang kamu jalankan. Jika anda memiliki lahan yang lumayan luas dan agak jauh dari pemukiman penduduk, lahan tersebut bisa anda jadikan untuk kandang kambing etawa.

Material yang digunakan untuk pembuatan kandang kambing umumnya dari bahan kayu yang kuat. Pasalnya selain untuk mengurangi resiko kandang ambruk, dari segi harga penggunaan bahan kayu juga lebih murah.

Sementara untuk ukuran kandang, satu ekor kambing etawa dewasa memerlukan kandang dengan ukuran 1,5 x 1,3 meter dan juga sirkulasi udara yang baik. Namun anda juga dapat menyesuaikan ukuran kandang dengan jumlah kambing yang akan diternak.

2. Pemilihan Bibit Berkualitas

Pemilihan bibit atau anakan juga menjadi hal terpenting dalam keberhasilan melakukan ternak kambing etawa. Apabila anda masih tergolong pemula dalam usaha ini, maka alangkah baiknya membeli bibit dari peternak yang sudah berpengalaman dan terjamin kualitasnya.

Saat memilih bibit, anda harus mengetahui silsilah keturunannya, baik itu bibit jantan maupun betina dimana keduanya memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda.

pejantan kambing etawa sebaiknya tidak memiliki cacat fisik dan memiliki postur tubuh besar dan memiliki kaki yang kokoh. Selain itu, kambing pejantan harus berumur lebih dari 1,5 tahun.

Sementara untuk kambing etawa betina yang bagus adalah memiliki postur tubuh besar dan proporsional, kakinya lurus, terbebas dari penyakit, dan memiliki jumlah puting lengkap.

3. Pemberian Pakan

Seperti jenis kambing lainnya, pemberian pakan dalam beternak kambing etawa sebenarnya sangat mudah. Anda dapat memberikan pakan kambing dengan rumput dan dedaunan segar serta pakan tambahan yakni tepung ikan, kacang-kacangan, dan vitamin.

Baca juga:  5 Teknik Budidaya Kepiting Tapal Kuda untuk Ekspor

Khusus pakan hijauan, sebaiknya dijemur terlebih dahulu selama 2 jam untuk menghindari kemungkinan racun ataupun bakteri yang menempel.

Selain itu, anda juga bisa membuat pakan sendiri yang sangat bernutrisi dengan mencampur bahan-bahan berkualitas seperti bekatul dan rumput yang sudah dicacah dengan takaran 3:1. Anda bisa mencacah rumput tersebut menggunakan mesin pencacah rumput.

Pemberian pakanan ekstra ini bisa diberikan 2 kali dalam sehari saat pagi dan menjelang sore hari. Jangan lupa menambahkan mineral pada kambing etawa dengan cara menyajikan air yang dicampur garam 1,5 liter per hari.

4. Masa Perkawinan

Tahap selanjutnya dalam beternak kambing etawa adalah melakukan proses pengawinan induk betina dan jantan. Rata-rata ketika satu kali melakukan reproduksi pada kambing etawa ternyata melahirkan 1 sampai 3 anak sekitar jangka waktu melahirkan kurang lebih 3 kali dalam dua tahun.

Idealnya, perkawinan  bisa dilakukan jika sang induk betina saat itu berumur 10 bulan dengan ciri-ciri misalnya nafsu makan menurun, sering mengibaskan ekor, dan alat vital pada kambing betina terlihat bengkak.

Biasanya periode kehamilan induk kambing etawa betina berkisar kurang lebih 5 bulan. Kemudian setelah melahirkan, induk kambing betina juga memerlukan waktu istirahat total kurang lebih selama 2 bulan.

Selama itu, kamu harus selalu mengatur pola makan dan benar menjaga kebersihan kandang serta kambing betina. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya kambingnya tidak mudah terjangkit penyakit kudisan maupun cacingan.

5. Kambing Etawa Siap Panen

Ketika memasuki masa panen dalam membudidayakan ternak kambing etawa, disini hal yang diingat yaitu membedakan kandang untuk kambing yang dipilih dan dijadikan kambing pedaging dan mana juga kambing untuk susu perah.

Harganya pun beragam, tergantung pada musimnya dan kualitas kambing serta berat dari kambing itu sendiri. Untuk kambing pedaging, kamu dapat melakukan proses jual beli ketika kambing memasuki umur 8 hingga 12 bulan dengan harga sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sedangkan kambing yang nantinya direncanakan ikut kontes, maka usianya ideal kurang lebih 1,5 tahun dengan kisaran harga Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.

Baca juga:  5 Teknik Budidaya Kepiting Tapal Kuda untuk Ekspor

 

Bisnis budidaya ternak kambing etawa sangat menggiurkan hasil kedepannya asal cara mengetahui bagaimana melakukan budidayanya.